Pesduk, Jalur Komunikasi Rakyat-Pejabat

Pesduk, Jalur Komunikasi Rakyat-Pejabat

Masyarakat awam kadang sulit menyampaikan saran atau kritik kepada pejabat. Kalau pun bisa, belum tentu bakal mendapat tanggapan dari yang berwenang. Paling banter hanya dapat ucapan terima kasih. Tapi, persoalan seperti itu tidak berlaku di Kota Cimahi, Jawa Barat.

Di kota yang dijuluki Cyber City ini, masyarakat dapat memanfaatkan Pesan Singkat Penduduk (Pesduk) untuk menyampaikan unek-unek kepada pejabat pemerintah khususnya Walikota Cimahi. Apa saja boleh disampaikan, sepanjang terkait dengan pelayanan publik, apirasi publik dan kinerja pemerintahan.

Nana Nuryana, salah satu warga Kecamatan Cimahi Tengah menuturkan, keberadaan Pesduk sangat berguna bagi masyarakat bawah. Menurut lelaki paro baya ini, layanan tersebut bisa berfungsi sebagai jembatan penghubung untuk menyampaikan kritikan terhadap pemerintah kota Cimahi dan unit – unit kerja di bawahnya.

Ia menilai layanan tersebut sudah bagus karena memiliki kecepatan dan transparansi dari pengelola, sehingga kritikan yang sifatnya membangun atau menginformasikan ditanggapi dengan cepat dan masyarakat lainnya langsung dapat melihat isi saran/kritikan berikut tanggapannya. “Bagus. Kita bisa kirim-kirim pesan ke Pak Walikota, misalnya ada keluhan soal penumpukan sampah di sini. Biasanya sih nggak lama langsung ditanggepi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengkajian dan Pengembangan Kominfo Bandung, Haryati mengatakan, geliat teknologi informasi di Cimahi cukup bagus. “Orang sekarang bisa mengenal Cimahi baik potensi maupun kebijakan-kebijakannya secara cepat melalui kemajuan teknologi informasi,” ujarnya.

 

Penyambung Lidah Masyarakat

Walikota Cimahi, Itoc Tochija menyatakan, Pesduk adalah penyambung lidah masyarakat. Yang tadinya kesulitan menyampaikan unek-unek, kini bisa dilakukan dengan cara yang cukup sederhana. “Tinggal kirim SMS, nanti pihak operator (Pesduk) akan mem-forward ke pejabat-pejabat terkait, termasuk saya juga kedalam tampilan Pesduk,” jelasnya.

Meskipun Pesduk diperuntukkan sebagai sarana pengaduan masyarakat kepada pemerintah kota, namun dalam pembangunan konten ini ternyata masyarakat-pun turut dilibatkan. Pelibatan masyarakat disini dalam bentuk pembuatan template atau kerangka acu.

“Kita adakan sayembara template. Pesertanya adalah masyarakat luas. Template pemenang akan digunakan sebagai tampilan web Pesduk. Jadi berubah per momen, misalnya hari kemerdekaan, hari raya dll. Ini supaya masyarakat tetap merasa memiliki,” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Cimahi, Harjono.

Agar lebih memasyarakat, tampilan Pesduk dibuat sedikit berbeda dengan website pemerintah lainnya. Hal ini memiliki alasan agar masyarakat dapat lebih akrab tanpa terganggu oleh gambaran birokrasi. Tampilan di konten ini tidak menampilkan logo – logo pemerintah kota Cimahi agar tidak terkesan birokratis.

Sedangkan dalam memilih pesan masyarakat yang akan ditampilkan di konten, pihak operator pesduk akan melakukan penyortiran. Pesan tidak bisa ditampilkan apabila mengandung unsur politik maupun SARA.

Staf Kantor Pengolahan Data Elektronik, Budhi Suriapermana menjelaskan, kekurangan Pesduk saat ini adalah kecilnya kapasitas bandwidth, sehingga aksesnya masih lambat.  Kekurangan lain adalah SMS dari masyarakat masih dikenai tarif normal. “Ke depannya mudah-mudahan SMS dari masyarakat ke Pesduk bisa digratiskan,” ujarnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s