Merauke Siap MIFEE

Merauke Siap MIFEE

 Seiring pertumbuhan jumlah penduduk di negara ini, tentu akan berimbas terhadap meningkatnya kebutuhan pangan. Kabupaten Merauke diproyeksikan untuk menjadi harapan pangan Indonesia di masa mendatang. Seberapa jauh persiapannya? KomunikA mewawancarai Plt Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kab. Merauke, Harmini. Berikut petikannya :

 

Harmini
Foto : Dimas

Seberapa siap Kab. Merauke menjadi lumbung pangan nasional?

Kalau dikatakan siap, kami siap. Terutama kalau dilihat dari potensi dan kesesuaian lahan. Semua jenis komoditas yang ada di Indonesia, mulai dari jagung, padi, palawija, sampai shorgum dan gandum, bisa tumbuh di Merauke. Daerah ini dipengaruhi iklim Australia, jadi variasi tanamannya lebih banyak.

Potensi lahannya, luar biasa besar. Ada 4½ juta ha, dengan potensi untuk cadangan pangan seluas 2½ ha. Yang disetujui untuk food estate 552.316 ha, pemanfaatannya secara bertahap.

 

Sudah sejauh apa?

Proyek MIFEE ini kan jangka panjang. Sampai 2030.  Satu tahun pertama ini, 2010, kami sudah mengembangkan 38.402 ha. Angka tersebut sudah surplus untuk Merauke. Bahkan kami sudah bisa “ekspor” ke kabupaten tetangga, semisal Kab. Boven Digul, Kab. Asmat, Kab. Mapi dan Kab. Jayawijaya. Kami tidak muluk-muluk. Kami berjalan seiring pertumbuhan infrastruktur di Merauke. Perlahan tapi pasti. Kami coba dari memenuhi kebutuhan Merauke, kemudian naik mampu “ekspor” ke kabupaten tetangga. Dan coba untuk jadi lumbung pangan Papua dalam waktu dekat, sehingga kebutuhan pangan yang biasanya di stok dari luar Papua, mampu kami penuhi. Semoga bisa memenuhi kebutuhan pangan tingkat regional dan bahkan Indonesia.

 

Apa saja hambatannya?

Tentu saja masalah infrastruktur. Memang biayanya tinggi. Sehingga pendanaannya dari pemerintah pusat dan daerah. Sebagai contoh, dari lahan yang tengah dikembangkan, kami tanam padi 24.644 ha. Tapi angka itu ada pada musim hujan, kalau musim kemarau hanya mampu tanam 8 ribuan ha. Kalau dimaksimalkan dengan drainase, irigasi, dan pompa air, maka sepanjang tahun angkanya bisa stabil, bahkan terus dikembangkan. Kalau infrastruktur memang bertahap karena dananya besar sekali.

 

Foto: Dimas

Pembangunan infrastruktur, sudah dimulai?

Tentu. Tahun ini kami selesaikan perpanjangan landasan pacu di bandara, merampungkan Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS), dan menggenjot Kota Terpadu Mandiri (KTM). Lainnya, rintisan Badan Pemeriksa Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) dan rehabilitasi pasar. Kemudian persiapkan SDM dengan mengubah status Universitas Nusamus menjadi perguruan tinggi negeri agar ada peningkatan kualitas. Pemda juga mempersiapkan transportasi, misal dengan pengadaan 3 buah pesawat penumpang dan 1 pesawat perintis. Agar akses kian terbuka ke Merauke.

 

Ke depan?

Kami terus maju mempersiapkan berbagai perangkatnya. Semisal Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), Perda Tanah Ulayat, dan Perda Investasi yang saat masih dibahas DPRD. Masih diproses, mungkin akan disahkan pada akhir tahun ini. Kemudian kami juga mengajukan ijin pelepasan kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi ke Kementerian Kehutanan. Beberapa investor pun mulai masuk. Juga melibatkan swasta untuk ikut dalam kerjasama pembangunan infrastruktur. Jalannya masih panjang dan mungkin berliku, tapi kami siap maju terus. (dimasnugraha@depkominfo.go.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s