Menyelamatkan Hutan Kota

Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW), Balikpapan:

Menyelamatkan Hutan Kota

 52%  dari luas wilayah Kota Balikpapan merupakan wilayah hijau dan hutan lindung. Hingga kini pemerintah dan warga sepakat untuk menjaga kelestariannya dalam bentuk tidak adanya izin pertambangan batu bara yang dapat merusak lingkungan.

Foto: Istimewa

Julukan Kota Minyak Balikpapan, tak lepas dari keberadaan Objek Vital Nasional (Obvitnas) PT Pertamina Unit Pengolahan V yang merupakan lokasi produksi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) kawasan Indonesia Timur. Dalam proses produksi BBM, Pertamina setidaknya membutuhkan ±13.000 meter kubik air per hari atau 450 – 750 meter kubik  per jam yang digunakan sebagai pendingin mesin produksi (cooling water-red).

Hingga saat ini kilang-kilang minyak Pertamina UP V Balikpapan yang menghasilkan produksi minyak total nasional, sebagian besar pemenuhan airnya masih tergantung pada air baku yang berasal dari Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW).

Jumlah air tersebut, menurut Direktur Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wail (BPHLSW), Purwanto merupakan ± 25% dari jumlah kebutuhan air baku yang biasa digunakan oleh seluruh rumah tangga di Balikpapan. “85% kebutuhan air Pertamina berasal dari Waduk Sungai Wain. Kami pernah menghitung, bila fungsi airnya hilang, dan air untuk kebutuhan kilang minyak dikelola swasta, setidaknya Rp.26miliar harus dikeluarkan pertahunnya. Dan bila hutan kota hilang, maka hilang pula sumber air masyarakat. Menyelamatkan hutan sebenarnya menyelamatkan warga Balikpapan. Ini kebutuhan primer,” sambung Purwanto.

Dengan luas 9.782 Ha dan terdapat dua aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu DAS Wain dan DAS Bugir, menjadikan HLSW sangat potensial untuk dikelola sebagai daerah tangkapan air bagi kota Balikpapan. Fungsi alaminya dapat menyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi dan sedimentasi,  memelihara kesuburan tanah serta perlindungan keanekaragaman hayati.

“Fauna-fauna yang ada sebagian besar termasuk jenis yang langka dan terancam punah seperti Macan Dahan, Beruang Madu, Lutung Merah, Lutung Dahi Putih, Uwa-uwa, Kera Ekor Panjang, Beruk, dan Bekantan,” ungkap Purwanto.

Pintu Hutan Tropis

Kota Balikpapan dengan luas 503,3 km², merupakan pintu gerbang menuju Hutan Tropis Kalimantan. Sejak kepemimpinan Walikota Balikpapan Imdaad Hamid (2001-2011), pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup, direfleksikan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terpadu 2005-2015. Aturan tersebut menetapkan 51% hijau (hutan lindung, hutan kota, ruang terbuka hijau dan kawasan lindung lainnya) dan 49% budi daya.

Tak hanya itu, aturan tersebut juga membebaskan Kota Balikpapan dari kegiatan penambangan batubara. Tak ada izin pertambangan batu bara yang dikeluarkan karena dianggap dapat merusak lingkungan.

“Di bawah Kota Balikpapan semuanya batu bara. Tapi komitmen kami masih antitambang. Karena sampai saat ini belum ada teknologi yang begitu cepat untuk melakukan recovery terhadap dampak kerusakan batu bara ini. Kami terminal saja bagi batubara yang akan diekspor ke luar negeri,” tegas Walikota Balikpapan, Rizal Effendi, yang turut membuat kebijakan LH saat menjabat sebagai Wakil Walikota di periode 2006-2011.

Saat ini, disamping terus memperbaiki kawasan HLSW, kota yang telah meraih 15 kali penghargaan Adipura ini terus melebarkan sayap dengan merehabilitasi Hutan Lindung Sungai Manggar (HLSM) seluas 4.999 ha untuk cadangan air kota. Balikpapan juga memiliki 37 hutan kota yang tersebar di 5 kecamatan dan 27 kelurahan dengan total luas 1.602,4 ha.

Jumlah pohon yang telah ditanam di HLSW, HLSM dan hutan kota sejak Desember 2007 hingga Januari 2011 sebanyak 95.062 pohon yang meliputi  trembesi, gaharu, tanjung, sengon, nyamplung, karet, mahoni, mangga, keruing, kemiri, angsana, cempedak, durian, rambutan, kelapa, jambu mete, sawo kecik, ketapang, cemara, bungur, pinus, dan lain-lain.

Menyelamatkan hutan, bisa jadi menyelamatkan kelangsungan hidup manusia. (dimas_a_n@yahoo.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s