Cegah Korupsi, Hemat di Sana Sini

Surabaya E-Procurement System (SEPS) :

PENGADAAN BARANG & JASA

GRMS Terbaru1

 Cegah Korupsi, Hemat di Sana Sini

 Sistem tender pengadaan barang dan jasa (barjas) atawa e-procurement online yang dikembangkan Kota Surabaya, per Oktober 2011 mampu menghemat Anggaran Belanja Pemerintah Daerah (APBD) sebesar 31,19% dari total anggaran Rp.2,8T.

Konon, salah satu potensi terbesar tindak pidana korupsi dalam birokrasi adalah melalui proses pengadaan barang dan jasa. Setidaknya hal tersebut dikatakan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas yang mengatakan bahwa dari 213 kasus yang ditangani KPK sejak tahun 2004 hingga 2011, pengadaan barang dan jasa menduduki peringkat pertama dengan 43,9 persen perkara. Peringkat kedua adalah kasus penyuapan dengan 29,1 persen dan penyalahgunaan anggaran menduduki peringkat ketiga dengan 15,8 persen.

Kendati punya aturan rigid yang ketat semisal diatur dalam Kepres No. 80 Tahun 2003 yang diperbaharui dengan Perpres 54 Tahun 2011, banyak peluang yang memungkinkan korupsi dapat terjadi. Mulai dari proses penunjukkan langsung, rawan mark up, serta banyaknya benturan kepentingan antara pelaku usaha dan ”penguasa anggaran”.

Di Surabaya, urusan kecepatan dalam penyusunan anggaran juga menjadi masalah klasik yang harus dialami tiap tahunnya. “Kalau mengerjakan APBD maka kami, Tim Anggaran Pembangunan Daerah (TAPD), tidak akan pulang 4-5 hari.  Untuk daerah, selain Perpres (54/2011 –red) ada Permendagri yang harus kami patuhi. Pengajuan anggaran harus dijelaskan dengan rigid. Jadi kalau beli pensil harus djelaskan spesifikasinya. Bayangkan, kalau dikerjakan manual, pensil spek ini nomor nomenklatur ini dan kode rekeningnya ini, harus buka buku dulu. Sudah lama, potensi salahnya juga besar. Kami mau lebih cepat dan mampu meminimalisir kesalahan,” kata Eri Cahyadi, Kasubag Pengembangan dan Pengendalian, Bagian Bina Program, Pemkot Surabaya ketika ditemui Komunika beberapa waktu lalu.

 

Menata dengan Government Resources Management System (GRMS)

Untuk mempercepat penyusunan anggaran, pada 2003 digagaslah penggunaan sistem elektronik dalam pengadaan barjas atau yang disebut Surabaya E-Procurement System (SEPS). Dimulai dengan penggunaan sistem elektronik pada proses penyusunan anggaran belanja daerah atau E-budgeting. Spesifikasi barang dan jasa beserta nomor nomenklatur  dan kode anggarannya, dimasukkan ke dalam sebuah sistem basis data Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Tak hanya itu, proses yang pengadaan barang dan jasa juga mulai dilakukan secara elektronik. Pemkot membuat sistem yang dapat memfasilitasi rangkaian proses pemilihan penyedia barjas. “Walikota yang lama concern dengan IT, 2-3 bulan perintah langsung jalan. Sampai 2008, proses masih semi e-procrument, penyedia barang juga melampirkan hard copy penawaran. Setelah ada UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang menjelaskan bahwa transaksi dan atau bukti elektronik dianggap sah, kami full e – proc,” tambah Eri.

Sebagai penyempurnaannya, disusunlah sistem terintegrasi yang dinamakan Government Resources Management System (GRMS) pada 2009. Mulai dari E-Project Planning yang dapat melihat rincian rencana kegiatan instansi berdasarkan waktu alokasi anggaran, dan volume kegiatan. Kemudian E-Delivery yang dapat memenuhi kebutuhan pembuatan kontrak pengadaan barjas dan penyediaan dokumen kelengkapan pencairan keuangan.

Sampai pada E-Controlling, pengumpulan informasi mengenai perkembangan pelaksanaan kegiatan/pekerjaan dan permasalahannya serta E-Performance yang mampu menjelaskan indikator kinerja kegiatan dan kinerja personil serta proses pengumpulan data dan capaian indikator kinerja.

“Bisnis prosesnya, kami, PNS dari Bina Program, yang buat. Yang develop, programer tenaga ahli yang kami pekerjakan. Sejak ada UU ITE, semua serba elektronik. Kami buat Public Key Infrastructure (PIK) atau tanda tangan digital. Setiap direktur perusahaan punya PIK untuk membuat penawaran dan panitia lelang juga punya untuk mengunci penawaran. Semua terenkripsi secara digital,” jelas Ika Tisnawati Staf Pelaksana Bagian Bina Program yang kerap terlibat dalam pelaksanaan tender.

Semua proses pengadaan barjas, mulai dari pengumuman sampai pengumuman pemenang tender di 23 dinas, lima badan, empat kantor, dan sembilan bagian di lingkungan sekretariat daerah dan DPRD Kota Surabaya melalui satu pintu, http://www.surabaya-eproc.or.id. Tak kurang 50-85 ribu web hits pengunjung membuka laman ini tiap harinya.

“APBD kami Rp.2,8T. 2011 ini kami bisa menghemat 31,19% dari pengadaan barang dan jasa. Rata-rata di atas 25% penghematannya. Kemudian kami bisa tahu masalah lebih awal sehingag bisa cepat mencari solusi. Walikota dan Sekda juga bisa melihat laporan secara langsung. Tidak ada lagi ABS (Asal Bapak Senang). Semua transparan dan penghematan,” kata Ika.

Surabaya bisa, mengapa yang lain tak mencoba? (dimasnugraha@mail.kominfo.go.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s