wwc Mohammad Nuh

Mohammad Nuh

Menteri Komunikasi dan Informatika RI 

“Tahun Kebangkitan Teknologi Informasi Indonesia” 

Orang bilang, abad 21 adalah abadnya teknologi. Abad di mana tak ada lagi batas ruang dan waktu. Semua tersambung dengan seutas serat tipis fiber optic setebal sepersekian milimeter. Dan segala penjuru dunia akan menyatu dengan teknologi.  

Indonesia mau tak mau harus mengikuti waktu yang berputar dan dunia yang berkembang. Memang masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan, mulai dari faktor budaya dan pola pikir moderen sampai kesenjangan digital yang menuntut untuk dirunut.  

Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) sebagai institusi yang salah satunya berwenang menangani masalah Teknologi Informasi (TI) atau karib disebut Information and Communication Technology (ICT) pun terus berbenah.  

”Tahun depan bersamaan dengan momen seratus tahun kebangkitan nasional, akan pula menjadi simbol kebangkitan Indonesia dibidang teknologi informasi,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh.  

Lantas apa yang saja yang sudah, sedang, dan akan dilakukan Depkominfo untuk mewujudkan hal tersebut? KomunikA berkesempatan mewawancarai mantan Rektor Institut Teknologi Surabaya (ITS) ini di ruang kerjanya, di Jl. Merdeka Barat 9, Jakarta.  

Berikut petikan wawancaranya :  

Apa yang sedang dilakukan Depkominfo saat ini? 

Kami coba melakukan percepatan program yang tengah berjalan dan juga melakukan penataan ke dalam (set up). Departemen ini kan baru, gabungan dari eks Deppen (Departemen Penerangan –red), LIN (Lembaga Informasi Nasional), dan Postel (Ditjen Pos dan Telekomunikasi, sebelumnya di bawah Departemen Perhubungan – red).  

Karena tugas departemen ini semakin kompleks, khususnya dunia Teknologi Informasi (TI) atau dikenal Information and Communication Technology (ICT), sedang booming. Sehingga cara kerjanya pun masih perlu penghalusan.  Secara garis besar? 

Depkominfo bercita-cita membangun masyarakat Indonesia yang berbasis pengetahuan dengan informasi sebagai ruhnya. Jadi secara khusus yang sedang dilakukan saat ini adalah pertama, penataan dan menganalisa program satu persatu, agar bisa saling mendukung.  

Kedua adalah melakukan legal provider, dalam arti transaksi bisnis yang ada harus sesuai dengan peraturan. Oleh karena itu Depkominfo intens melakukan konsultasi dengan KPK, sebagai lembaga yang berwenang. Ketiga, penerapan prinsip 3 G yakni Good Governance Government. Prinsip efisien, produktifitas, dan transparan iniliah yang menjadi agenda dan panduan utama dalam setiap pelaksanaan program departemen.  

TI begitu pentingkah? 

Kita sudah melihat bahwa sejarah dan budaya manusia dimulai dari budaya jaman batu, pertanian, berdagang, industri kemudian saat ini era informasi. Ikon teknologi perdagangan adalah kapal layar, industri adalah mesin dimulai pada abad 18 dengan ditemukannya mesin uap. Kini abad 21 yang menjadi ikon adalah komputer. 

Sejarah membuktikan bahwa pada masa perdagangan, bangsa yang tidak memiliki kapal layar habis karena tidak dapat berkembang. Begitu pula saat zaman industri dengan mesin sebagai kebutuhan utama. Dan komputer saat ini khususnya informasi, TI sekarang sangat dibutuhkan. Sehingga program yang menurut Depkominfo sangat penting adalah harus bermuara pada information accessability (kemudahan mengakses informasi).  

Maksudnya? 

Setiap orang selain mudah memperoleh informasi juga dapat memberikan peluang bagi lembaga-lembaga yang memiliki kandungan informasi untuk membaginya kepada masyarakat. Kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi.  

Apa saja yang akan dilakukan? 

Untuk itu ada tiga syarat yang harus dipenuhi untuk mewujudkan agenda ini, Pertama, ketersediaan infrastruktur, karena informasi butuh infrastruktur yang memadai dan menunjang, Kedua, keterjangkauan harga, karena tanpa hal ini maka nihil. Program yang sudah dicanangkan dengan bermodalkan berbagai faktor, akan sia-sia. Dan syarat ketiga adalah kesiapan masyarakat. Karena disinilah diperlukan adanya transformasi sosial.  

Kongkretnya? 

Pertama yang dicanangkan adalah USO (Universal Service Obligation), iuran dari para operator telekomunikasi di Indonesia kami naikkan. Yang awalnya hanya 0,7 persen dari pendapatan kotor, naik menjadi 1,25 persen.  

Sebagiannya kita pakai untuk ekspans teleponik sebagai infrastruktur informasi ke seluruh negeri ini. Karena dari data 2006, ada 38 ribu desa di Indonesia yang belum tersambung telepon. Rencana penyelesaiannya antara 2007 – 2009. Tapi ngejar 2008, Insya Allah lunas. Uangnya dari urunan USO tadi. 

Tapi tentu kita nggak ingin sebatas telepon saja yang masuk. Ingin juga ada peningkatan dalam kehidupan masyarakat. Karena kalau hanya telepon saja yang masuk, mereka akan konsumtif. Uangnya habis hanya untuk telepon teleponan.  

Lantas? 

Karenanya kami mengajak departemen terkait semisal Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Departemen Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Kemenko Kesra, dan Departemen EDSM (Energi dan Sumber Daya Mineral), duduk bareng untuk memetakan desa yang menjadi target pembinaan melalui program peduli peningkatan desa. Kami juga pikirkan infrasrukur dan akses jalan, dan sebagainya. 

Sehingga diharapkan setiap desa nantinya mendapatkan layanan hampir dari seluruh departemen. USO hanya sebagai kendaraan untuk memberdayakan masyarakat desa. Misalkan, Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas). Jika nanti setiap desa sudah terkonek dengan CAP (Community Acces Point), maka desa itu dapat memanfaatkan konten broadcast yang dipancarkan oleh Depdiknas. Sehingga gap antara Jakarta dan daerah lain bisa dipersempit. 

Tidak itu saja, juga akan berimbas pada persoalan-persoalan kesehatan, ekonomi, dan lainnya. Harapannya, perlahan tingkat kesejahteraan masyarakat dapat diperbaiki.  

Harga tarif telepon kita masih mahal? 

Memang, informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan manusia yang penting. Hampir sama dengan kebutuhan pokok manusia. Salah satu yang akan kita benahi adalah masalah keterjangkauan harga. Kalau lewat satelit harga mahal, lewat kabel, bisa juga lewat fiber optic, untuk data yang sangat besar nggak mungkin lewat kabel pasti pakai fiber optic. 

Untuk itu kita akan membangun tol informasi, sekarang ini di Indonesia Timur belum ada fiber optic sehingga kalau mau ngirim harus menggunakan satelit yang mahal karena mereka harus memiliki receiver. Kita akan bangun palapa ring, Indonesia Timur nantinya akan dikelilingi fiber optic tersebut sehinga data yang dari Jakarta lewat fiber optic. Ada tujuh konsorsium yang akan menanganai proyek ini. Pemerintah hanya memfasilitasi, tidak perlu mengundang investor dari luar.  

Jelasnya? 

Awalnya nanti Manado akan dijadikan landing point dekat Filipina terus mengikuti daerah lain seperti Papua yang dekat dengan Australia. Sehingga Filipina jika akan masuk ke Indonesia hanya tinggal lewat Manado maka langsung teringretasi nasional. 

Semakin banyak negara yang landing point, maka transaksi akan semakin banyak. Indonesia sebetulnya banyak dilewati oleh fiber optic negara lain, namun hanya sekadar lewat. Karena kita tidak memiliki landing point. Padahal informasi baru bermakna kalau ada transaksi. Cuma lewat, nggak ada artinya.  

Ya mudah-mudahan 2008 rampung dan Indonesia Timur akan memiliki TOL yang akan memudahkan pengiriman informasi. Akan ada revolusi di Indonesia dalam dunia teknologi informasi (TI).  

Apa kendala terberat? 

Akan menjadi berat kalau tidak ada kemampuan dan kemauan. Kalau masalah dana sudah teratasi. Insya Allah kami sudah mempunyai tekad, mulai Pak Presiden. Masyarakatnya juga sudah sama-sama will terhadap pentingnya informasi IT, kemauan sudah sekarang tinggal kemampuan.  

Dana sudah teratasi, lantas kemampuan apa lagi? 

Ada tiga hal kemampuan yang harus kita miliki untuk mewujudkan program andalan kita. Pertama, financial resources dan sudah terbukti untuk palapa ring ada tujuh konsorsium perusahaan dalam negeri. Kemudian kemampuan tehnical skill Indonesia.

Urusan Fiber Optic saya rasa bukan kendala berarti bagi kita karena kita sudah biasa pasang dimana-mana, sudah banyak. Dan ketiga adalah kemampuan memanage yang sampai saat ini sedang dan masih diusahakan. Karena me-manage kan perlu tangan dingin, ada seni tersendiri untuk menanganinya. Bukan mengatur barang mati, tapi ada complexity dari perorangan, organisasi, dan perusahaan.   

2008 pencanangan tahun kebangkitan TI Indonesia? 

Benar. Tahun depan dengan semangat 100 tahun hari kebangkitan nasional, Harkitnas (IT) akan lahir. Kita simbolkan dengan kebangkitan Indonesia dibidang IT (teknologi informasi). Kita didik untuk optimis dalam hidup ini. karena apa yang kita bangun ini diyakini mampu memberikan arti bagi bangsa. 

Biasanya kebangkitan bangsa pasti realistis dengan kebangkitan budaya, jadi nggak bisa hanya disebabkan oleh faktor ekonomi saja. Oleh karena itu, kami berharap tahun 2008 kebangkitan kita akan terkait dengan budaya. Karena salah satu turunan dari budaya adalah teknologi.

Teknologi adalah anak dari budaya yaitu cipta, rasa, dan karsa. Teknologi kita akui memiliki common sense pada publik menjadi generik itu adalah ICT. Nggak ada orang membantah, semua lapisan meyakini akan pengaruh ICT. 

Tahun depan dengan simbol palapa ring yang juga sebagai simbol persatuan dan kesatuan nasional, simbol kebangkitan di era informasi, akan kita tandai dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini. Walau memang belum selesai. Tapi ingat infrastruktur belum memberikan makna optimis tinggi kalau tidak diikuti dengan pengembangan dan pembangunan konten.  

Maksudnya? 

Meskipun jalan tol sudah kita bangun begitu besar tapi kalau nggak ada yang lewat, atau kalau yang lewat itu narkoba, maka nggak ada maknanya. Oleh karenanya paralel dengan itu maka kita kembangkan konten-konten. Ada informasi yang disiapkan dan langsung dimasukkan dan sebarkan.  

Baru punya makna dan akan memberikan makna lebih tinggi lagi kalau konten-konten yang kita kembangkan itu memiliki conteckstuality terhadap kultur, yang ada di tiap tempat yang berbeda-beda. Kita bangun konten dan konteks. Infrastruktur kita bangun berbasis contektstuality. (tomo/dimas@bipnewsroom.info)

One thought on “wwc Mohammad Nuh

  1. om didit, punya softcopy profil sejarah depkominfo ga? dari mulai deppen dulu sampe jadi kementerian kayak sekarang.. kalo ada kirim ke email gue ye.. tks before..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s