NUKLIR SUMBER ENERGI ALTERNATIF, MENGAPA TIDAK?

NUKLIR SUMBER ENERGI ALTERNATIF, MENGAPA TIDAK?

  

”Nuklir?…Aman?” tanya Hendra (28) ketika mendengar energi tersebut akan dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria oleh pemerintah Indonesia. Ia agak jengah ketika mendengar kata nuklir, ada rasa takut yang sedikit terbayang. Pengalaman dua kota, Hiroshima dan Nagasaki yang di bom atom 51 tahun lalu, membuatnya berpikir macam-macam.

  

Tapi anggapan tersebut mungkin tak aneh. Radiasi nuklir memang tak diragukan mempunyai radiasi yang berbahaya bagi manusia. Akan tetapi dengan pengolahan yang aman, energi nuklir dapat menjadi pilihan alternatif energi yang solutif.  

 

“Sekitar 1,6 miliar orang tidak mempunyai akses listrik dan 2,4 miliar lainnya mengandalkan sumber energi tradisional karena tidak memiliki akses pada energi modern,” kata Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Muhamed Elbaradei, dalam lawatannya ke Indonesia beberapa waktu lalu

 

Kendati energi nuklir bukan menjadi satu-satunya solusi bagi krisis energi dunia, direktur atom dunia ini selalu menekankan kepada anggotanya untuk kembali mempertimbangkan penggunaan energi nuklir ini.

 

Di dunia, sampai Oktober 2006 lalu, tercatat 442 pembangkit tenaga nuklir di 30 negara yang menyuplai 16% dari kebutuhan energi listrik dunia. Indonesia pun tak ketinggalan, sebuah Peraturan Presiden No.5/2006 tentang Kebijakan Energi Mix Nasional juga telah diluncurkan beberapa waktu silam.

  

Nuklir, Energi Solusi?

 

Dibanding dengan emisi gas karbon dari bahan bakar fosil yang mempunyai berbagai efek semisal polusi dan perubahan iklim yang dapat menyebabkan peningkatan temperatur bumi; naiknya permukaan laut; kekeringan dan badai, penggunaan nuklir memang cenderung masih menjadi pilihan.

Cadangannya pun terbilang tak sedikit, diperkirakan masih terdapat sekitar 4.36 juta ton uranium dunia yang cukup untuk dijadikan sumber energi selama ratusan tahun. Selain itu, pada sebuah reaktor nuklir, bahan bakar nuklir yang telah digunakan pun dapat didaur ulang. Sehingga sisa uranium dapat dijadikan menjadi sebagai sumber energi yang lain.

 

Tak hanya itu, nuklir juga memiliki daya untuk menghasilkan energi yang tinggi. Dalam 1 kg uranium dapat menghasilkan energi listrik sebesar 50.000 kWh. Bandingkan dengan 1 kg batu bara atau 1 kg minyak bumi yang hanya bisa menghasilkan energi sebesar 3 kWh dan 4 kWh saja. Wah..tentu sebuah penghematan yang luar biasa. Terlebih bila melihat fakta bahwa kebutuhan energi listrik Indonesia senantiasa tumbuh pada tingkat 10% per tahun.

  

Indonesia Siap Untuk Nuklir

 

Niatan Indonesia untuk menjajaki penggunaan energi alternatif ini setidaknya telah diwujudkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama promosi di bidang PLTN yang ditandatangani Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro dengan Menteri Komersial, Industri dan Energi Korea Selatan (Korsel), Chung Sye Kyun, beberapa saat silam.

 

Kendati MoU tersebut belum berbicara tentang pembangunan PLTN di Indonesia, ada upaya menyosialisasikan rencana pemerintah Indonesia untuk membangun PLTN di masa depan.

 

”Tolok ukurnya adalah faktor pemahaman dari masyarakat (public acceptance). Diharapkan dengan upaya pengenalan, promosi dan sosialisasi tentang kebutuhan PLTN, masyarakat dapat memahami dan menerima keberadaan PLTN terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah dimana PLTN akan dibangun,” kata Purnomo.

 

Korsel sendiri menjadi pilihan dalam investasi karena selain telah memiliki 20 PLTN dengan total kapasitas 17.700 Mega Watt (MW) dan tengah menggarap pembangunan 4 PLTN lain, teknologi PLTN yang dikembangkannya sesuai dengan teknologi PLTN yang sudah dikembangkan oleh Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN).

 

Soal lokasi PLTN, Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi Departemen ESDM, J Purwono mengatakan, sesuai hasil penelitian yang telah dilakukan, pembangunannya akan dilakukan di pulau Jawa, yakni di sekitar Semenanjung Muria, Jawa Tengah.


”Perimbangannya ekonomis. Di samping itu, jaringan transmisi kelistrikan yang sudah permanen adalah Jawa-Bali, sehingga sangat cocok PLTN dibangun di dekat pusat beban,” kata Purwono

PLTN ini ditargetkan akan beroperasi pada 2015-2017 dengan kapasitas 1.000 MW. Kerjasama lain dengan Korsel juga akan dilakukan di bidang hulu dan hilir migas, ketenagalistrikan, mineral, batubara dan panas bumi serta kerjasama pendidikan dan teknik tenaga nuklir. Sampai saat ini investasi Korea Selatan di Indonesia telah mencapai 1,1 miliar dolar AS (sekitar Rp10 triliun).

 

Sambutan lain juga datang dari IAEA. Lembaga atom internasional yang beranggotakan 143 negara dunia itu, menganggap Indonesia telah menjadi rekan kuat dengan menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir (NPT), mendukung Konvensi Keamanan Nuklir, Konvensi Perlindungan Fisik Materi Nuklir, dan berpartisipasi penuh dalam Jaringan Keamanan Nuklir Asia.

 

Karenanya organisasi internasional yang berpusat di Wina, Austria ini telah membangun program kerjasama teknis semisal pembuatan pusat radioterapi pertama di Kalimantan yang dijadwalkan beroperasi tahun depan.

 

Tak hanya itu, teknik nuklir untuk menilai dan mengatur sumber air-tanah Indonesia, pengawasan kualitas dan polusi di sejumlah sungai di Indonesia, dan peningkatan nutrisi untuk hewan ternak juga tengah digarap.

 

Memang tidak ada jaminan pasti terhadap keamanan dari energi nuklir, namun dampak negatifnya bisa diatasi jika limbah industri tersebut ditangani secara benar. Bila demikian, energi ini bukan tak mungkin akan menjadi sumber energi di masa mendatang. Jadi, siap-siap ”bernuklir ria”.

 ***(hendra@bipnewsroom.info/dimas@bipnewsroom.info) 

5 thoughts on “NUKLIR SUMBER ENERGI ALTERNATIF, MENGAPA TIDAK?

  1. pak minta tolong prinsip kerja dan tekhnologi tentang energi alternatif nuklir.
    dan sumber nuklir darimana????
    Skemanya alat nuklir
    dan sistem konversi

    harap dibalas
    makasih sebelumnya

  2. okeh bgt tuuu,,
    saya setuju dg itu…
    niklir jgn hanya dikenal sbg hal yg ditakutkan saja,,tp sesuatu yang bermanfaat besar

  3. GOOD NIGHT? FROM DEEP ON MY HEART I’M INTEREST WITH ALTERNATIVE ENERGI AN NUKLIR. I’M FROM ACADEMIC TO GO WORK ANOTHER FOR SOCIALIZATION ABOUT IT. IF I HAVE A CHANCE I WILL BE HOLD SEMINAR OR WORKSHOP, MAY BE ANOTHER TIME I HOPEFULLY OF OCCUPATION IN SEMINAR AT BEM FT UMS

  4. malaysia mau buat nuklir…….
    masa
    gara2 LSM2 asing kita yg punya reaktor nuklir pertama di asia pasific gagal terus mengembangkan teknologi ini……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s