Indonesia ICT Awards

Indonesia ICT Awards :

Ketika ABG Bertemu 

Konon, pembangunan akan berhasil dengan baik bila kalangan akademisi, bisnis, dan government (pemerintah-red) berjalan terpadu dan saling beriringan. Hasil penelitian kalangan akademisi dengan dukungan kebijakan pemerintah, dapat bersaing sehat untuk dimanfaatkan dunia industri.

Tapi apa daya, koordinasi ketiganya ternyata masih menjadi bahasa langit ketujuh yang sulit diharap keberadaannya. “Kita sekarang masih mensana in corporesano. Yang satu ke sana, yang lain ke sono. Tidak sejalan dan gak nyambung,” kata perwakilan Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (APTIKOM), Eko Indrajit dalam peluncuran Indonesia ICT Awards (INAICTA), Selasa (26/06).

Padahal sumber daya teknologi informasi Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Setidaknya riset yang dilakukan konsultan ATKEarney membuktikan hal tersebut. Dari 50 negara yang diriset, SDM Indonesia berada direkomendasikan pada nomor enam soal tenaga IT yang paling dicari di dunia.

”Potensinya besar tapi belum termanfaatkan. Terlebih jika melihat Indonesia menduduki posisi 49 soal business einvironment (lingkungan bisnis-red). Artinya, banyak hasil karya anak bangsa yang justru sudah diakui internasional, belum banyak dilirik dunia industri dalam negeri,” kata Ketua Asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI), Djarot Subiantoro pada sesi yang sama.  Indonesia ICT Awards 2007

Melihat potensi yang besar itu, Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) bersama beberapa komunitas telematika, semisal Aspiluki, Masyarakat Telematika (Mastel), APMI, AINAKI, dan APKOMINDO, akan menggelar Indonesia ICT Award 2007. Ajang ini merupakan tempat pencarian aplikasi berkualitas serta bernilai tambah yang nantinya juga akan dikompetisikan di ajang internasional.

“Seharusnya sudah mulai bergeser, tidak lagi mengandalkan sumber daya alam saja. Tapi bergeser ke sumber daya intelektual. INAICTA diharapkan dapat menciptakan peluang nilai tambah industri karena industri yang kreatif merupakan kunci peningkatan ekonomi. Kita tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam saja, padahal industri ICT juga sangat potensial,” jelas Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo Cahyana Ahmadjayadi.

Ajang yang baru bertama kali digelar ini akan melombakan 11 kategori, semisal bidang penelitian dan pengembangan, e-government, pendidikan, hiburan, konten selular, industri komunikasi, industri keuangan, proses manajemen bisnis, student project, general, dan kategori start up.

Kalangan individu, lembaga pendidikan dan perusahaan atau badan hukum yang memiliki hak cipta berkesempatan untuk mengikuti kompetisi itu. Pendafataran lomba akan dimulai Agustus 2007. dan akan ditutup dengan penganugerahan INAICTA Award oleh Presiden RI pada 25 Oktober mendatang.

Soal penjurian, rencananya akan melibatkan berbagai komponen, mulai dari ABG, hingga berbagai komunitas telematika Indonesia. Dalam penilaian pemenang, INAICTA 2007 akan menggunakan standar penilaian setingkat Asia Pacific ICT Award (APICTA). “Standar internasional itu juga kita yang buat. Referensi penilaian Indonesia jadi rujukan kompetisi internasional. Ya, katakanlah juri lokal dengan kualitas internasional,” kata Cahyana menambahkan.

Tak hanya sampai di situ, sebagai tindak lanjut, Depkominfo akan mempertemukan para peserta dan pemenang INAICTA 2007, dengan modal ventura dan investor dari dalam serta luar negeri pada “Festival Seminar & Expo INAICTA 2007, 24-26 Oktober.

Info selanjutnya dapat diakses di www.ina-ictawards.web.id.

(dimas@bipnewsroom.info)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s