menghitung hari

sejak dulu yang terbayang dalam pernikahan adalah keindahan, teguh, sejuk, damai mungkin. bahwa masalah ini bisa terbagi, menjadi dewasa dalam sebuah proses hidup. berkeluh kesah dan tertawa dengan tangis yusuf dan aisyah (dua nama yang kusiapkan untuk anakku kelak).

sedikit sekali cerita sendu tergambar, atau bahkan tak secuil pun terlewat dalam catatan2 pendek kisah hidup gw. bayangan gw, kalo masalah psikologis dan komunikasi, dua masalah yang gw deteksi paling sering muncul di kehidupan pernikahan, bisa lah gw atasi…

prinsip gw mah sederhana, masa iya gara2 masalah kecil, mau cerai..gak mungkin kan. mitsaqon gholizho…tali ikatan yang kuat..kacau aja kali kalo masalah kecil aja jadi cerai…kalo berantem dalam rumah tangga, kata emak gw mah, biasa…namanya bumbunya rumah tangga…ya pasti ada ngomelnya, keselnya, namanya juga menyatukan dua orang yang FOE dan FOR (halah) nya beda…pastilah ada sedikit clash yang kemudian mencari titik kesetimbangannya…akan terus seperti itu…

soal masalah finansial. satu hal yang amat sangat gw persiapkan sekali. detil hitungan..sumber pemasukan dan pos-pos pengeluaran dah gw deskripsikan dengan jelas..bahkan, alternatif rencana bila begini dan begitu juga udah mateng gw siapkan..tabungan dan dalem banget tergerus..saking dalamnya, sobek…hahahaha

walau banyak cerita gw dengar, bahwa dengan kesamaan visi dan misi, semua bisa terselesaikan…tapi gw gak mau anak dan istri gw nanti gak nyaman..ya, gw mau memberikan yang terbaik buat mereka.

tapi tetep aja qodarullahu wa masya’a fa’al.. kita usaha, yang berjalan hanya ketetapan Allah yang dah ada di lauh mahfudzh sana… bi idznillah, insyaallah dah mateng…

tapi entah, knapa dua malam lalu…mulai muncul perasaan takut, gelisah, khawatir…gak tau kenapa…denger kajian mp3 tentang hak dan kewajiban suami istri (padhaal entah dah berapa kali gw ulang). gak kerasa, bulir-bulir air mata mulai mengalir. malam itu pukul 01.30 wib…entah mengapa, mata belum mau terpejam sejak tadi…padahal ketika dalam perjalanan pulang, nguap2 terus.

hari penantian dah mulai deket, gak kerasa detik, menit, jam, dan hari terus bergulir. sementara dentuman jantung gak kalah cepat..menyisakan risau, akankah keluarga kecilku nanti sesuai idaman? mendamaikan hati, menentramkan jiwa….bismillah

4 thoughts on “menghitung hari

  1. Senen, selasa, rabu, dst… perasaan hari cuman ada 7 doank. Kyknya gak perlu resah dan gelisah ya, saat yg paling vital hanya 1, ketika menjawab: ok, mari kita nikah. Selanjutnya hanya melaksanakan perkataan dan spy acara berlangsung bae. Gut lak deh, en gak perlu ngitung hari yg cm ada 7.😉

  2. hidup itu gak bisa matematis begitu dit… lo yakin, ambil keputusan, serahin ma tuhan… kadang suka lama dan sengsara di pikiran ketimbang di alam nyata….

  3. kadang sebagai lelaki, kita pengen disebut bertanggungjawab. dan masalah terbesar justru datangd dari yang namanya finansial…msalah yang mungkin terbesar kasus pernikahan…gw gak mau terjadi sama keluarga kecil gw yang bahagia…hehehe
    yah kudu berani seh..bismillah aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s