wwc Bupati Jembrana : I Gede Winasa

presentasi i gede winasa

Bupati Jembrana, I Gede Winasa 

” Asal Konsisten, Pasti Bisa…”  

Pendidikan di Jembrana gratis. Bagaimana ceritanya? 

Logikanya sederhana. Sekolah kan sudah disiapkan pemerintah, ada anggarannya. Guru sudah dibayar sebagai PNS, operasional dikasih Pemda, terus dasarnya membayar itu apa? Di Indonesia itu aneh bin ajaib, misal BOS SD sudah Rp.19.500. Dulu sebelum ada BOS, anak SD itu hanya bayar Rp.10.000. Kan logikanya lebih dananya. Anak-anak sudah tidak usah bayar. Lho kok mau ditarik lagi, buat apa?   

Jadi seharusnya memang bisa gratis? 

Tentu. Pemerintah kan punya tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Jangan cuma jadi slogan saja. Ini kewajiban. Dan pendidikan itu hak masyarakat yang harus dipenuhi. Untuk mencerdaskan kan perlu akses.

Nah itu yang kita buka seluas-luasnya, kami coba buka akses agar setiap orang bisa mendapatkan pendidikan dengan mudah. Jangan pernah berpikir sistem subsidi silang di pendidikan. Kaya miskin itu bukan urusan sekolah, itu urusan pajak. Biar mereka yang urus. Ini pendidikan, hak setiap warga negara, tak peduli kaya atau miskin. Pemerintah harus berikan hak mereka. Untuk apa dipampangkan di UU, untuk apa pula harus dianggarankan 20%. 

Bagaimana memulainya?

Sederhana sekali, saya hanya minta dihitung berapa jumlah dan total biaya anak sekolah. Setelah dihitung ternyata cuma Rp.2,5miliar. Kami punya uang segitu. Kan ada dana dekon dari provinsi dan pemerintah pusat. Kemudian saya lakukan efisiensi.

Saya inventarisasi, sekolah yang tidak efektif saya regrouping dengan sekolah sebelahnya. Karena satu sekolah itu biayanya mahal, Rp.150 juta. Ada 22 SD yang tidak efisien, saya regrouping. Dan itu bisa menghemat sampai Rp.3 miliar. Padahal saya butuh cuma Rp.2,5 miliar. Sudah lebih dari cukup untuk menggratiskan seluruh warga saya.  

Tantangan terberat?

Yang luar biasa ada pada guru. Alasannya macam-macam. Saya sudah bilang, jangan takut, saya ganti uang kalian (uang sekolah dari murid-red). Apa bedanya murid bayar Rp.5000 dengan Pemda yang bayari. Pendidikan tetap bayar, tapi yang bayar Pemda. Disubsidi pemerintah.

Ada lagi alasannya, “Kalau ada biaya dadakan, bagaimana?” Saya katakan, kalau tidak bisa mengantisipasi itu berarti kalian tidak bisa merencanakan RAPBS. Ya, akhirnya ketahuan, ujung-ujungnya ceperan guru ke mana?

Ya sudah, kalau begitu kita kasih insentif kepada guru. Awalnya hanya Rp.1.250 perjam. Baru mereka bergairah mengajar. Saat ini kami sudah bisa berikan Rp.7.500 perjam. Tinggal ngitung tambahannya, di luar gaji mereka dan tunjangan fungsional. Guru di Jembrana sekarang rata-rata di atas Rp.2 juta. Ya, untuk standar kehidupan di Jembrana kan cukup.

Meningkatkan motivasi ini sederhana sekali. Masyarakat kita ini kan pragmatis, coba naikkan gajinya, susun dengan perencanaan, kemudian disiplin. Macam-macam, sikat. Ya kita adil juga. Yang bagus kita kasih reward. Guru berkualitas, kirim ke luar negeri. 

Tahapan?

Kita lihat masalahnya, kemudian tekan pada anggaran dengan melakukan efisiensi. Uang segini bisa dipakai apa. Sekarang terbalik, BOS nya muncul, baru dibuat cara ngabisinnya. Saya balik, dia kebutuhannya apa, baru kita kasih duit. Kemudian efisiensi anggaran.

Di Jembrana, dana DAK untuk 40 sekolah, bisa buat bangun 82 sekolah, itupun ditambah dengan Jimbarwana Net. Dua kali lipat plus jaringan internet. Bangunannya pun standar besi jaringan semua. Intinya efisiensi dengan adanya pengawasan sistem. Bagaimana uang itu keluarnya efektif, bagaimana ada manfaat dan hasil.

Kemudian organisasi kecil dengan fungsi yang besar. Bagaimana SDM dapat termanfaatkan sesuai dengan kompetensinya. Saya punya manajemen DOA, bagaimana memenej Dana, Orang, dan Aset harus efisien. Itu kan kunci dari manajemen pemerintahan.  

Mengapa daerah lain belum bisa seperti Jembrana?

Komitmennya harus ada. Selain itu juga harus transparan. Jangan pilih bulu, jangan tebang pilih. Di sini guru berani narik uang ke murid, ndak sampai seminggu saya copot. Saya pikir, semua daerah bisa seperti Jembrana, wong ada BOS kok. Tidak ada alasan gak bisa, uangnya sama.Kami coba mengurai dengan hal yang riil.

Pendidikan itu apa, indikatornya. Banyak yang tidak bisa menerjemahkan menjadi hal-hal yang bisa terukur. Riil dan punya standar indikator jelas. Menurut kami keadilan sama dengan pemerataan pelayanan publik. Dalam hal ini pendidikan adalah pemerataan akses. Dengan otonomi daerah, perannya justru terbuka. Tapi yang sering terjadi kesulitan kan bingung di dan dari mana memulainya.  

Anda banyak di PTUN kan karena langkah-langkah tersebut?A

h sudah banyak saya di PTUN kan. Ndak usah kaku lah, bupati dituntut itu sudah biasa. Berani menyatakan yang benar, itu benar. Kalau benar, kenapa takut.

 Sampai tahapan apa mau ditingkatkan pendidikan Jembrana?

Secara reguler kami mencoba untuk mencerdaskan orang Jembrana. Tapi kan tidak bisa berhenti sampai tingkat SMU. Ini kan dinamika terus. Bagaimana bisa berkompetisi secara regional dan global. Ini akan saya tingkatkan terus.

Saat ini saya masih fokus, bagaimana memberikan pendidikan merata kepada masyarakat. Masalah dasar selesai, sekarang tinggal berkembang peningkatan kualitas, insentif guru, pola bantuan, makan siang gratis, bus sekolah, ya tinggal terus dikembangkan.

Sebenarnya BOS sudah berlebih, terus kalau dibantu Pemda lagi, wah saya pikir kualitas pendidikan Indonesia itu akan luar biasa. Gak cuma sekadar gratis saja, kualitas tinggi malahan. ***(dimas@bipnewsroom.info)

42 thoughts on “wwc Bupati Jembrana : I Gede Winasa

  1. serius mas, hati saya terenyuh ketika wawancara sama beliau..berani, tegas, dan memulai dengan hal yang paling mendasar, mentalitas..perencanannya bertahap…pertama, kata dia, akses, semua harus bisa sekolah dulu…
    banyak yang mendebat dan ngritik, “gak mempertimbangkan kualitas, dsb”..tapi doi cuek bebek..rencana tetap berlanjut, trus sampe sekarang dah mampu, selain gratis, makan anak sekolah gratis, bus sekolah gratis, buku paket utk 4 mata pelajaran utama gratis juga, bahkan yang terbaru ada j-net (jimbarwana-net)..internet masuk kampung (sekolah, kantor desa, dan tempat umum lainnya)…
    bahkan yang terbaru, kata dia, jembrana mau nyumbang (or bangun) asrama mashasiswa unud..gak besar, cuma modal beberapa miliar…tapi kompensasinya, mahasiswa jembrana yang kuliah di unud, bayar 50persen doang kalo tinggalnya di asrama, kalo gak salah perjanjian selama 20 tahun (check lagi)…
    doi jg ngasih beasiswa ke mahasiswa s1 n s2…tenang mas, kalo p winasa blm jadi gubernur (konon jadi calon kuat gub bali disamping pak mangkupastika)…univ taraf internasional di jembrana tinggal tgu waktu…
    andai semua pejabat bervisi kayak doi…mantab lah…

  2. semoga aja doa saya,akan di dirikan universitas internasional di jembrana bisa terwujud,saya kasi ancungan jempol buat langkah 2 bupati jembrana ,yg munkin baru pertama kali seorng bupati mempunyai prestasi yg gemilang ,tetapi yg saya liat skr ini proyek2 yg di bangun belum bisa mengurangi banyak jumblah pengangguran di jembrana ,saran saya ,1.bangunlah pabrik,garmen,dll yg bisa merekrut karyawan sebanyak 2nya. ke 2:buatlah jalur kereta api dari gilimanuk sampai ke gilimanuk kembali,shg hubunngan antar kabupaten di bali bisa di tempuh dalam hitungan puluhan menit ke3;jalan kanlah disiplin yg tegas buat aparat/masyarakat yg melangggar aturan

  3. udeh gw kirim komplet sekomplet-komplet yang gw tau…
    slamat berseminar ria..jangan lupa minta bahan seminarnya…kirim ke mail gw..dimas_a_n@yahoo.com….awas siah mun teu dikirim…
    dicap jadi manusia tak kenal balas budi…hehehe

  4. hai teman2 ada yang bisa bantu ga ngasi informasi, alamat email ato no apa saja yang berhubungan dengan Bupati/pemda jembrana ? Saya perlu sekali untuk menanyakan info seputar jembrana.

    Semenjak saya lahir di Jembrana belum tau yang namanya bantuan dalam bentuk apapun ke keluarga kami. Saya curiga ada yang tidak beres dengan aparat Desa yang pilih bulu.

    Thanks banget yach…….. kalo sempet tlg kirim ke: balikurcaci@yahoo.co.id

  5. weeek…tulisan gw ternyata di link..personal websitenya om winasa…www.winasa.info
    sumpe..gw bukan tim sukses dia..kalo saran saya, pak winasa mending jadi calon independen, syarat 15 peersen lewat lah…daripada ikut partai2an, mumet..banyak tagihan…
    o iya, kalo jadi gubernur bali, saya mo daftra jadi penduduk, boleh? lumayan pendidikan n kesehatan gratis…hehehe
    kalo ada liputan, mbok ya aku diundang…biar dari pmerintahan kan juga punya blog pribadi…hehehe
    salut buat om winasa

  6. Saya juga sangat salut dengan langkah-langkah spektakuler dari Bupati Jembrana. Seandainya semua pejabat kita memiliki misi dan visi seperti Beliau saya bahkan yakin bahwa Bangsa Indonesia tidak akan lagi tergantung pada IMF yang lebih banyak ruginya daripada menguntungkan rakyat. Saya sampai tidak habis pikir mengapa tidak semua pejabat kita bisa berbuat seperti Beliau?Padahal dilihat dari segi sumber daya manusia dan aset yang kita miliki begitu melimpah. Mungkin benar yang dikatakan Bapak Surya Paloh bahwa Bangsa kita ini mengalami yang namanya “salah urus”. Jika saya ke Bali saya juga tertarik untuk mengunjungi Jembrana. Selama ini hanya muter-muter ubud dan kuta saja🙂

  7. Salut Bpk Winasa, mudah mudahan langkah menuju ke pilgubnya lancar, semua penduduk jembrana yang berada di luar indonesia mendukung usaha Bpk menuju kursi Gubernur Bali, sukses buat Bapak Winasa. Suksma

  8. Saya kaget bkn main ketika saya mengantar bapak kedokter jkj,saat saya mau bayar ditolak dokter krn gratis katanya,plus obatnya jg.Saya tdk tau pelaksanaan kebijaksanaan ini yg saya tau cuman berita2 ttg jkj saja,kbetulan saya orang rantau yg kbetulan plg kampung.Gila gila kalo ini berlaku diseluruh indonesia betapa senangnya masyarakat punya pemimpin pro rakyat spt ini.Kapan ya daerah2 lain bs menikmati spt dijembrana..

  9. Dukung Pak Winasa untuk menjadi Calon Gubernur Bali 2008…Saya, atas kemauan sendiri, tengah menyusun blog untuk mendukung Pak Winasa menjadi calon independen…

    Mohon didoakan semoga ada manfaatnya..

    Salam,

    Made Sariada

  10. saya asli jemberana sangat bangga disaat saya berada dirantau orang2 pada cerita ttg pak de yg luar biasa dan mereka pada iri dan berharap sprt dijemberana,inilah tonggak awal sebuah kemajuan dan penerapan system yg modern unt menantang masa depan yang serba competitif

  11. Berbuat baik memang banyak tantangan…..
    Berbuat jahat teramat mudah dilakukan…..
    Jalan terus pak Win, kalau niat memang untuk kebaikan,saya jamin jalan akan terbentang.
    Semoga sukses…..!!!!

  12. Yang saya tau setelah melihat program dan hasil nyata yang telah Bapak dan jajarannya telah hasilkan sebenarnya orang seperti Bapak lebih cocok memimpin Negara ini bukannya hanya menjadi Pemimpin di daerah… Salut dan Sukses Selalu buat Pak Gede

  13. Yang jelas aq ga begitu update berita jembrana, tapi apapun itu saya dukung ide baik dari pak Winasa.

    Gambate pak Winasa……

    from Osaka Prefecture Japan

  14. Saya adalah salah satu pendukung pak winasa untuk menjadi gubernur bali.

    Tolong pak winasa selamatkan Bali dari ambisi calon2 yang lainnya. mereka hanya sekedar berwacana..rakyat bali perlu bukti… tidak wacana.

  15. Salut dach, langkah jitu untuk menuju B1
    Tujuan yang mulia tentu akan didukung rakyat Bali.
    Bagaimana tentang issu negatif pak wi? Perlu klarifikasi donk!
    Misal : Proyek Jimbarsegara, Prosesing daging juga Posesing coklatnya, dll.
    Aku siap dukung 100%

  16. saya terkesima lihat wawancara bupati Jembrana di Metro TV. Salut banget deh ama prof dr yang juga drg ini. Mimpi yang kuat disertai visi yang jelas dan program terpadu sungguh membuat impian semua orang jadi kenyataan. Saya dukung banget kalau mau maju jadi gubernur Bali (padahal saya gak punya surat suara neh). Semoga semua kabupaten belajar dari Jembrana. Betul sekali, kalau kita mau kita bisa kok. Salam kenal en tx bro untuk sharing wawancaranya. RA

  17. saya sangat berterima kasih kepada bapak winasa
    yang telah membangun JEMBRANA menjadi seperti
    sperti sekarang ini.
    maju terus Bapak Winasa
    jadilah seperi patih Gajah Mada di Zaman keemasan
    kerajaan Majapahit.
    buatlah sebuah sejarah yng bisa mencengangkan di bumi Nusantara. bhineka tunggal ika.
    karna orang yng lahir seperti anda sangatlah jarang terjadi.

  18. buat orang seperti bapak harusnya diberikan jalan buat bali I, bukannya dijegal hanya untuk kepentingan orang yang yang suka berwacana. maju terua pantang mundur. Bravo Winasa.

  19. Pingback: Kalau mau pasti bisa !!! | Penyu Online

  20. Bapak saat debat cagub di kartika plaza membuat saya sangat bangga, program bapak sangat diperlukan untuk kemajuan Bali kedepan.
    Semoga masyarakat bali cerdas dan memilih bapak winasa sebagai Gubernur Bali. Ingat jatuhkan pilihan kita pada no 1 agar bali menjadi harmoni, sejahtera dan berbudaya.

  21. di daerah bapak kan dh bisa ngasih kemudahaan tapi klo saya lht di koran katanya tembus rumah ampek skrng macet ya,knp kok bs ampek kayak gitu pak???

  22. Maju terus Jembrana sebagai daerah percontohan di Indonesia dgn bpk Winasa sebagai bupatinya,semoga nantinya Jembrana menjadi kabupaten termaju di Indonesia dan khususnya Bali,maju di bidang IT,pelayanan umum,dan maju di bidang pemberantasan korupsi,BRAVO

  23. Pingback: Sekolah Gratis: Yang Lain Bisa, Kalau (kita) Mau Pasti Bisa « Tulisan perempuan untuk Indonesia

  24. Yth: Bapak bupati Jembrana
    Saya komang swati dari sawe batu agung, ingin menanyakan tentang keberangkatan transmigrsai ke sulawesi. Karena transmigrasi di pulau Jawa sudah berangkat sementara di Bali belum ada kabar keberangkatan. Jika bapak berkenan, bolehkah saya meminta alamat rumah atau no HP bapak karena saya dan suami saya sangat berharap bisa pergi ke sana mengingat ekonomi kami tidak mampu. Suami saya adalah Ida Bagus Komang Sudarma adik kandung dari Ida Bagus Wirawan, belau pernah menjadi kepala desa Batu Agung. Istrinya saat ini menjadi caleg di Batu Agung batuagung. Saya dan suami menginginkan informasi yang lebih cepat dari bapak karena kami merasa dipersulit dalam mencari informasi di luar. Atas perhatian bapak bupati, saya ucapkan terima kasih.

    Hormat saya

    Komang Swati

  25. pak de juga jgn lupa membina kerukunan umat beragama yg di jembrana sangat majemuk,binalah anak2 bangsa menjadi menjadi orang yg mencintai agamanya secara utuh,,buatlah setiap hari purnama dan tilem seraman “rohani”begitu juga hari raya besar lainnya…jembrana pasti bisa menjadi kab.berpendidikan dan contoh u daerah lain.

  26. saya bangga dgn prestasi jembrana yg sll menjadikan tempat u ditiru daerah lainnya di indonesia…knp ya daerah / kab.di bali M A L U…belajar ke Jembrana..hae kepala daerah lain di bali jgn MALU..meniru apalagi itu untuk kebaikan rakyatnya….semoga nanti pengganti pak Winasa bisa melanjutkannya dan klu bisa lebih “BAIK” bravo DJEMBRANA KU….

  27. Om Swastyastu,
    saya benar2 kagum dengan kepemimpinan Bapak Winasa d Jembrana, tp kenapa masyarakat Bali belum bisa membuka mata thd sesuatu yg baik utk perubahan.saya tinggal d Jakarta, tp sy jg warga Negara. selama saya disini saya belum pernah mendengar Gaungnya Bpk Pastika sbg Gubernur Bali.tp malah saya selalu mendengar gaung Bupati Jembrana.
    teruskan sesuatu yg dianggap baik utk masyarakat,klo benar pasti ada jln.
    PNS tugasnya adl sbg pelayan masyarakat, dan d Jembrana hal itu sudah bs terealisasi tp d Bali & Indonesia sec keseluruhan belum terwujud.semoga Jembrana tetap jaya.

    Hormat saya

    ttd

    I Gusti Ngurah Mahendra, SH

  28. emang betul gaung pak gubernur pastika tdk NAMPAK malahan yg meroket kasus RABIES yg menjadi berita sangat negatif buat BALIKU,,,mohon perhatian bpk gubernur,contohlah hasil dari pemkab DJEMBRANA,,,sekolah gratis,kesehatan,kependudukan,bahkan memberi beasiswa kepada pelajar yg berprestasi,,,saya sebagai warga Bali nunggu langkah positip bapak pastika,,,anda pasti bisa klu mau,,,

  29. Pingback: Asal Konsisten, Pasti Bisa… | Visikata.Com

  30. Om Swastiastu Bapak Gede,
    Titiang meme lala di Panti ashuan Melaya. Meme demen Bapak advanci educasi di Jembrana tapi ada masalah yang serius di sini yang sampah di mana mana tas plastic kotor sekali. Mari mengumpulkan sampun untuk Melaya. Kalau Jembrana bersih dorong taimu.

    Suksemeu Bapak
    Om santi,santi

    Meme Lala

  31. saya dari negara’tapi sudah lama tinggal dilombok.sy sangat bangga punya mantan bupati winasa yang sangat disiplin dalam merencanakan segalanya tentang jembrana.bravo pak.mudah mudahan menjadi bali 1 pasti bisa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s