kucing…

pagi ini mulai membiasakan diri lagi naik kang dadang, motor biru kesayangan yang sudah hampir setahun ngikut kemana gw pergi..hmm..sempet pengen melupakan indahnya bersepeda motor, gara2 pengen banyak baca di bus…tapi gak efektif…

biasa, melewati jalan kalimalang yang macetnya dah gak ketolongan lagi..di arah cipinang mulai cari2 jalan tikus yang bisa nerabas langsung by pass…sampai akhirnya nembus jalan utan kayu…pas belok, di tengah jalan, seekor anak kucing…kecil..tirus…menggelepar kesakitan..gak ada darah tercecer, dan gak ada suara dari tubuh mungilnya…hanya menggerak2an kaki dengan tubuh menggeliat kesakitan…mungkin habis keserempet kendaraan, tapi yang pasti gak mungkin tertabrak..

gak ada manusia yang bergerak untuk mengamankan anak kucing itu. semua hanya menolehkan kepala, memandang memelas, dan kemudian berlalu. tanpa ada upaya menolong atau semacamnya. gw berhenti…meminggirkan kang dadang, berniat turun, dan mengamankan si kucing…

walo dengan seribu macam pikiran…”gw dalam perjalanan ke kantor, trus gmana nanti,”..

“duh bakal ngerepotin neh, masa kucing gitu gw bawa ke kantor,” “trus gw gak mungkin ninggalin dia doang, pastinya gw harus rawat…duh gmana neh??? gw gak punya piaraan?,”

gila!!!!….gw mungkin dah bagian dari manusia jakarta yang kadang gak peduli lagi sama nyawa…walo “cuma” nyawa binatang!!!…gw sadis ya…masih bisa mikir kayak gitu, sementara anak kucing itu terus menggeliat, menggelepar kesakitan…dan gw bukannya cepat menyelamatkan anak kucing itu, malah mikir…menundanya walo cuma semenit, dua menit…padahal bisa aja, gak lema kemudian ada mobil yang lewat dan sialnya melindas anak kucing itu sampe..mungkin mati…lebih naas…

dan untungnya, gak lama…seseorang dengan cekatan ngambil tuh anak kucing, disingkirkan, agak dielus, dan entah diapakan lagi…sementara cuma pandangan gw dan mungkin orang2 sekitar gw, yg ngeliatin anak kucing dengan pandangan memelas…cuma tatapan mata…….kasian….

dan gak lama…”pertunjukan” itu pun bubar…setelah dipastikan anak kucing berada dalam tangan yang benar…dan gak lama juga…kang dadang dan nyala lagi, dan gw pun melaju melalui jalan-jalan utan kayu..

sumpeh…sadis lo dit!!!! 

One thought on “kucing…

  1. menyayangi binatang (dalam cerita dimas: kucing) merupakan bagian dari menyayangi mahluk tuhan. tapi aneh ya, kenapa di jalan kucing lebih mulia dari manusia? semua kendaraan menghindar jika kebetulan seekor kucing lewat, tapi tak peduli ketika manusia menyeberang jalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s