OB..kadang kita tak manusiawi

kadang kita bicara terlalu jauh dan tinggi. hingga lupa bahwa banyak yang membutuhkan justru ada di depan mata….

nama tepatnya saya juga gak tau pasti. tapi orang kantor biasa manggil laki-laki 32 tahun ini dengan sebutan mas pepen.. ya, namanya sangat familiar di lantai 2 gedung belakang merdeka barat 9. mungkin orang yang paling sering disebut dan dimintai tolong.

gimana nggak, mas pepen ini lumayan punya tanggung jawab berat. mulai dari supplier air, berbagai peralatan logistik, bahkan kadang-kadang menjadi seorang pengawas lapangan. dan parahnya, semua tugas tersebut tak lagi terbagi ke tiap divisi. dikerjakan olehnya seorang diri. tanpa bantuan siapapun. tanggung jawabnya berat. blum lagi kalau ada komplain ini dan itu. semua “dinikmati”, lagi2.. hanya seorang diri.

tanpa keluh kesah berarti. tak jua kepada orang kantor di sekelilingnya. apalagi keluarganya. mas pepen sudah menikah dan punya anak, seorang laki-laki katanya. mereka ditinggal di kampung tercinta, di Indramayu sana. pulang menjenguk keluarga, hmm…mungkin 4 bulan sekali. “ngumpulin dulu mas,” itu kata dia sambil mesem-mesem. karakter yang kayaknya mulai saya hafal semenjak 4 bulan belakangan. saat mulai merasakan dan mencoba melihat lebih dekat kehidupannya.

ya, mas pepen adalah OB lantai 2. “pegawai” kantor kami yang multi tasking (mengutip perkataan salah satu temen baru di kantor). terkadang mas pepen menjadi supplier air yang harus siap..hmm..atau tepatnya harus menyuplai air ke seluruh lantai 2. mulai dari air minum, sehingga air kamar mandi. juga siap sedia dengan segala macam peralatan logistiknya, sapu, kain pel, kemoceng, lap basah, dan peralatan logistik lainnya.

dan terkadang mas pepen bertindak sebagai pengawas lapangan. mengawasi setiap pergerakan lantai 2 dan bersiap kembali bertugas jika ada panggilan pelayanan dokumen. antar sana jemput sini. kehidupannya agak lebih baik di malam hari. menempati ruang tunggu kepala kantor dengan televisi 29 inchi. komputer online. dan tentunya springlung alias spring bed gulung. yang bisa digulung dan dibawa kembali ke “ruang” tercintanya di pagi hari. dapur dekat kamar mandi.

lantai 2 memang tak terlalu luas. kalo gak salah hitung ada 13 ruangan dengan sekitar 40 orang yang bekerja. ya termasuk saya yang bekerja di ruang paling berantakan, hehehe. panjang lantai 2 mungkin hanya sekitar 100 meter dengan ruangan yang saling berhadapan. satu ruang kepala kantor menyendiri di ujung koridor. dua buah lift dengan karpet bertulisan hari, selalu di update setiap 24 jam. sebagai pertanda perputaran bulan yang rutin menjelang.

mas pepen bekerja sebagai pegawai honorer di merdeka barat 9. maksudnya bekerja dengan honor sebuah PT yang menang tender bidang kebersihan dan keamanan kantor. sudah 5 tahun katanya. ketika ditanya soal gaji, dia cuma mesem2 saja…biasa, gayanya yang sudah kental, akrab.

tenang, sampai terkaget-kaget saat mendengar ucapan seorang pegawai senior yang bertugas sebagai sekertaris kepala kantor. “300 ribu. lo bayangin aja bisa apa dengan uang segitu,”

300 ribu!!! bener, apa yang bisa diharapkan dari uang sebesar itu! sangat-sangat jauh di bawah UMR Jakarta yang jumlahnya hampir mencapai 900 ribu. dan dalam bayangan dan rasio gw, gak mungkin lah orang bisa “hidup” dengan uang segitu, terlebih dapurnya 2. untuk makanpun, dengan harga makanan di kantin yangmencapai 8-10 ribu seporsi, angka itu dah sangat-pas-pasan untuk mas pepen seorang. lantas bagaimana dengan istri dan anaknya? dan mas pepen sudah bertahan selama 5 tahun dengan gaji 300ribu perbulan. gak abis pikir.

dia memang tidak pernah bercerita apa-apa tentang kehidupannya, tentang kekurngannya. selalu tersenyum dan menjalani hidup apa adanya. dan saya gak tau juga, berapa banyak orang yang telah melihat kenyataan ini. bahwa orang yang paling dekat dengan kita, ternyata sangat membutuhkan uluran tangan. padahal terkadang, berbagai bantuan baik dari kantor atau pribado, lebih mengarah ke manusia antah barantah yang berada mungkin puluhan atau ratusan kilometre.

entah karena yang jauh itu lebih membutuhkan, atau karena lebih terekspos media dan bisa menjerit teriakan penderitaan. tapi, mas pepen….gak pernah bercerita apa-apa. tampak menikmati hidup dengan sesungging senyum.

kok bisa ya?

5 thoughts on “OB..kadang kita tak manusiawi

  1. Great story!! I like it..simple,true and honest!

    Untuk menjawab pertanyaan elo..kenapa si mas pepen selalu tersenyum..coz he know how to embrace his life!

    coz i did that..and my life seems so great! just live your life to the max and be grateful for what u got..that’s all!

    PizzOut!

  2. Woy,,,
    gimana kalo kitaa rame-rame ngajuin tambahan gaji buat Mas Pepen….
    Daripada anggaran dipake buat memperkaya atasan
    hehehehehhehehe

  3. ya bisalah “senyum kan ibadah” seru mas pepen.
    ya uda dit..sebagai cpns baru usulin dong bila perlu langsung ke pembesar depkominfo supaya gaji dan kesejahteraannya di berdayakan. jangan cuma nyuruh orang kerja tanpa dipikirin nasibnya. coz..kalau dicermati nasib setiap orang pasti berubah “kadang diatas kadang dibawah”, hanya takdir aja yang berkata lain artinya tak bisa dirubah. Ok! “Bantulah orang lain sebisa moe dengan jerih payahmu,”…. ^.^
    Oya, satu lagi kalau boleh usul gimana setiap dari gaji karyawan depkominfo aja disisihin untuk yang lebih membutuhkan “ya..seikhlasnya aja siee…pasti deh akan terkumpul..” buat mensejahterahakan orang lain agar lebih produktif n’ enjoy dalam menikmati hidup. “hitung2 fastabiQul Khairat”

  4. siapa bilang takdir gak bisa dirubah. bisa saja dengan takdir juga. berdoa dan berusaha. itu kuncinya…
    hehehe…mulai aja dengan bersikap baik dan gak semena-mena dengan “jobdes” dia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s